Dot Tidak Disarankan untuk Memberikan Susu pada Bayi, Ini Dia Media Pemberian ASI Perah (ASIP)

0
171

Bagi ibu yang berhalangan untuk menyusui bayi secara langsung, seperti working mom, biasanya memberikan susu buat anaknya dengan media dot. Entah karena sudah menjadi kebiasaan atau stereotype di tengah masyarakat, atau belum tau kalau ternyata dot merupakat media pemberian susu, utamanya ASI, yang tidak disarankan bagi bayi. Mengapa? Karena bayi akan berpotensi mengalami bingung puting.

Dot sendiri pada awalnya diciptakan berbarengan seiring diciptakannya susu formula, hal ini menyebabkan bayi yang hanya mengonsumsi susu formula dengan dot tidak bingung puting. Masalahnya, terkadang emak-emak memberikan dot hanya disaat berhalangan menyusui bayi secara langsung atau DBF (direct breast feeding) sehingga banyak emak yang ber-ekspektasi untuk tetap menyusui anaknya secara langsung, disaat sedang bersama bayi alias di rumah.  Dan sebagian bayi mix ASI-sufor seperti ini sangat berpotensi bingung puting. Bingung puting inilah yang pada akhirnya menyebabkan produksi ASI makin sedikit dan bayi pada akhirnya tersapih dengan sendirinya.

Lalu, jika tidak menggunakan dot, media apakah yang bisa digunakan untuk memberikan susu atau ASI Perah untuk bayi.

1. Cup feeder (gelas sloki)

2. Spoon (sendok)

3. Pipet

4. Spuit

5. Softcup Feeder

Itu tadi media yang disarankan untuk memberikan susu atau ASI Perah pada bayi. Memang tidak semua bayi berisiko bingung puting saat mengonsumsi susu dengan menggunakan dot, tapi kita tidak pernah tahu apakah bayi kita akan bingung puting atau tidak. Kalau sudah kejadian bingung puting dan menolak untuk minum ASI, kita juga kan makshay yang bingung, hehehe. Jadi lebih baik kita mencegah daripada mengobati.

Untuk info yang lebih lengkap tentang ASI dan menyusui, bisa disimak di podcast episode 1 yaa:

Semoga bermanfaat makshaay!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here