Financial & Waste Management yang Bisa Diterapkan di Skala Rumahan oleh Emak-Emak

4
278

Tren zero waste saat ini telah banyak dikenal di seluruh dunia walaupun aplikasinya bisa dibilang baru sebatas diet kantong plastik atau penggunaan sedotan stainless yang instagramable. Ternyata makshaayy, tren zero waste ini, jika kita terapkan secara serius, justru bisa banyak membantu, baik membantu kita secara financial, membantu pemerintah, sampai membantu ibu bumi, ceileh.

Menurut Mak Mae Rahayu, dosen dan konsultan lingkungan yang menjadi narasumber podcast emak setrong episode 21 tentang financial dan waste management, sebenarnya akar masalah dari tren zero waste ini adalah masalah kesadaran. Kesadaran kita sebagai konsumen amat sangat penting, karena kesadaran konsumsi konsumen lah yang menjadi akar dari waste management ini. Semakin pandai konsumen alias kita dalam menahan ‘nafsu’ baik nafsu belanja, nafsu konsumsi, atau nafsu apapun itu, semakin meminimalis potensi ‘waste’ karena kita sebagai konsumen mengonsumsi produk secara berkesadaran (concious).

Produk dari masalah zero waste adalah sampah, maka dalam materi financial dan waste management ini kita bakal berbicara tentang manajemen sampah. Dengan me-manage masalah sampah ini, seperti yang telah dibahas di atas, kita dapat menolong pemerintah karena telah membantu menyelesaikan masalah di tingkat hulu, yaitu masalah sampah individu, lalu masalah sampah keluarga, bagian terkecil dalam pemerintah. Setelah tingkat keluarga baru tingkat komunitas. Contohnya: kita semua tahu kalau pemerintah kita belum punya pengolahan plastik yang terpusat, maka secara berkesadaran kita bisa mengurangi konsumsi plastik.

Lalu bagaimana cara emak-emak dapat me-manage sampah hingga bisa mempunyai dampak financial di skala rumahan? Mak Mae ngasih kita 7 langkah, yang disebut juga 7R (Reuse, Reduce, Recycle, Refuse, Rot, Regrow, Remitigate) apa aja itu?

  1. Reuse

Reuse adalah menggunakan Kembali. Reuse ini, selain baik untuk lingkungan, juga dapat menghemat pengeluaran karena tidak perlu membeli barang baru dengan menggunakan barang yang bisa dipakai kembali. Contohnya: menggunakan baju anak turunan dari kakak atau sepupu yang kondisinya masih bagus.

  • Reduce

Reduce adalah mengurangi konsumsi barang yang berpotensi menjadi sampah. Ini berhubungan dengan konsumsi berkesadaran seperti yang dibahas di atas.

  • Recycle

Recycle adalah mendaur ulang. Produk yang dihasilkan dari proses recycle dapat digunakan Kembali secara pribadi, sampai dijual jika memiliki nilai jual.

  • Refuse

Refuse adalah proses menolak produk-produk yang berpotensi sampah, ini juga berhubungan dengan konsumsi berkesadaran. Dengan refuse kita bisa menahan DCM (desire & craving management). Nafsu craving sesuatu yang tidak perlu, seperti pengen kosmetik, tapi sebenernya butuh atau ga? Kalau kita rasa tidak perlu dan kita bisa refuse, uang yang tadinya biasa digunakan untuk craving, bisa dimasukkan ke pos keuangan lain.

  • Rot

Rot adalah mengkompos. Mengkompos adalah mengolah sampah organik atau sampah basah yang ada di rumah. Hasil dari proses mengkompos ini bisa digunakan untuk kebutuhan pribadi (pupuk organik/ kompos) bahkan bisa dijual, atau disumbangkan kepada petani yang membutuhkan.

  • Regrow

Regrow adalah proses menanam kembali. Ini bisa banget dilakukan oleh emak-emak di rumah. Contohnya, menanam Kembali daun bawang di  rumah, dari sisa akar daun bawang yang sudah dipakai. Jadi kalau mau goreng telor tinggal metik aja makshaay.

  • Remitigate

Remitigasi adalah dapat memitigasi sampah di ranah personal dengan cara tidak membiarkan sampah berakhir di TPA. Caranya tentu saja dengan memilah sampah, dan mengolahnya dengan cara: mengkompos, membuat eco-enzyme, atau digunakan atau dikonsumsi sampai benar-benar habis. Contoh: saat membuat jamu kunyit asam, ada sisa rempah kunyit, rempah kunyit ini bisa digunakan untuk me-marinate ikan.

Itu dia 7 langkah yang bisa memiliki dampak financial apabila kita me-manage sampah di rumah kita masing-masing. Semoga bisa diterapkan ya makshaay. Kalau mau dengar episode lengkapnya, maksha bisa dengar di podcast episode 21 yaa:

4 KOMENTAR

  1. Saya mulai belajar memilah sampah dan mengurangi belanja barang. Lumayan kalo sampah organik dijadiin kompos jadi buntelan sampahnya berkurang bahkan bisa nol.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here